Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Donor Darah Dalam Rangka HUT Persit Ke-64 dan HUT Dharma Pertiwi Ke-46

Rabu, 07 April 2010

Bismillahirrahmanirrahim; 


Dalam rangka memperingati HUT ke-64 Persit Kartika Chandra Kirana dan HUT ke-46 Dharma Pertiwi Tahun 2010 dilaksanakan kegiatan donor darah yang diselengarakan bertempat di RST Supraoen pada hari Rabu (7/4/2010).
Kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai wujud kepedulian Keluarga Besar Persit Kartika Chandra Kirana dan Dharma Pertiwi terhadap masalah kemanusiaan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan darah bagi warga masyarakat yang memerlukan. Disadari bahwa setetes darah yang disumbangkan merupakan nyawa bagi orang lain. Sebagaimana diketahui bahwa dari waktu ke waktu permintaan warga masyarakat terhadap darah cenderung meningkat, sehingga diperlukan pendonor-pendonor aktif guna menjamin ketersediaan darah. Terlebih pada situasi dimana menjangkitnya suatu penyakit seperti Demam Berdarah, maka kebutuhan darah akan cenderung naik secara drastis.



Dengan adanya kegiatan tersebut, maka diharapkan bahwa kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Persit seperti halnya kegiatan donor darah merupakan wujud keinginan anggota Persit dan Dharma Pertiwi untuk meningkatkan rasa kesetiakawanan sosial dan bentuk kepedulian istri prajurit terhadap masyarakat. Disamping itu saya mengharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk mempertebal rasa kepedulian dan tolong menolong antarsesama. Insya Allah ...Amin YRA

Wassalam 
Kartini Hadi Santoso

Dialog Kesehatan

Jumat, 02 April 2010

Bismillahirrahmanirrahim;

Kini masyarakat sudah terlanjur disuguhi fakta bahwa bila suatu negeri, daerah, masyarakat ingin sehat maka pemerintah negeri tersebut harus membangun rumah sakit mewah dengan fasilitas lengkap Dan itulah yang sementara difahami oleh masyarakat sebagai jalan menuju sehat. Suguhan itu tentu saja memang mahal, bahkan sangat mahal. Kita cenderung melupakan  peribahasa yang telah lama melekat dalam diri masyarakat dan bangsa kita yang mengatakan ; "Kebersihan adalah pangkal kesehatan:".

Ungkapan ini memang sangat singkat, namun maknanya amat mendalam. Sebab kebersihan itu memang merupakan cara yang paling efisien dan efektif untuk tetap sehat. Dengan menggerakkan kembali budaya hidup bersih maka kita akan terhindar dari penyakit. Kebiasaan mencuci tangan, bahan atau peralatan makan lain dengan sabun sebelum makan kelihatannya sepele, namun hal ini mengajarkan kepada kita banyak hal tentang sehat. Begitu pula kebiasaan mencuci tangan sebelum memegang bayi, dst. 

Mengingat pentingnya kesehatan, maka keluarga Denpom V/3 menggelar dialog kesehatan yang bertempat di gedung Aula Persit Kartika Chandra Kirana Denpom V/3 Malang. Hal ini dilakukan untuk mengajak dan mengenal kesehatan kepada para prajurit Denpom V/3 beserta istri bahwa cara  hidup sehat sebenarnya amat murah dan sekaligus kegiatan ini mengajarkan kemandirian  para istri anggota Persit Kartika Chandra Kirana Anak Ranting Denpom V/3 Malang. 


Karena perlu dipahami bahwa pada era sekarang ini kesehatan sangat mahal dimana banyak  air bersih tidak mencukupi, kejadian busung lapar akibat kekurangan pangan, polusi, efek rumah kaca/pemanasan global, tanah longsor, banjir, konflik politik yang berakibat konflik sosial, wabah penyakit, dst. Ini musti melibatkan pemerintah dan lintas sector untuk mengatasinya. Yang ini pasti biayanya mahal. Sehat dengan biaya mahal sebetulnya tidak terlepas dari akumulasi kesehatan menata pembangunan kesehatan negeri. Upaya promotif dan preventif cenderung diabaikan. Hampir semua sumber daya dan dana diorientasikan ke upaya kuratif, membangun rumah sakit dengan biaya tinggi, yang seolah-olah dengan sengaja untuk menunggu rakyat sakit.

Oleh karenanya kegiatan ini bertujuan untuk ; 
1. Meningkatkan kesadaran anggota Persit Denpom V/3 tentang pentingnya upaya preventif  (pencegahan) sebagai jalan menuju sehat yang dapat diterapkan di keluarganya.
2. Meningkatkan kesadaran anggota Persit Denpom V/3 bahwa kesehatan itu adalah bagian dari budaya bangsa.
Setelah terlaksananya acara dialog kesehatan tersebut dilanjutkan dengan pemberian hadiah/ cenderamata bagi para anggota yang telah menerapkan hidup sehat di lingkungan Denpom V/3 Malang yang selanjutnya dilanjutnya dengan acara-acara hiburan.

Sebagai penutup diharapkan dengan adanya kegiatan dialog kesehatan ini, maka para anggota persit Kartika Chandra Kirana di lingkungan Denpom V/3 Malang memiliki wawasan yang cukup tentang kesehatan  terutama bagi keluarganya, sehingga akan lebih bijaksana dalam berbuat sebelum menyesal di kemudian hari. dan selalu berupaya preventif untuk senantiasa hidup sehat.

Wassalam 
Kartini Hadi Santoso

Pembinaan Mental Rohani Denpom V/3 Malang

Bismillahirrahmanirrahim

Seperti diketahui bahwa pembinaan mental di lingkungan TNI merupakan bagian dari pembinaan anggota dengan fungsi dan tugas membina sikap mental personel, sehingga seluruh perilaku setiap anggota TNI merupakan pola perilaku yang berpedoman sesuai dengan nilai-nilai Sapta Marga. Bagi anggota TNI, wujud pembinaan mental dan peranan mental sudah mewarnai jati dirinya, sejak perjuangan merebut, meneggakkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yaitu sebagai Prajurit Pejuangan, Prajurit Rakyat dan Prajurit Nasional.  Salah satu upaya agar jati diri TNI tersebut tetap terpelihara ialah melalui pembinaan mental secara sistimatis dan berlanjut, dan bagi anggota persit pembinaan mental dilakukan dalam mewujudkan keharmonisan didalam rumah tangga dan dapat mendukung tugas-tugas suami sebagai prajurit.

Dengan didasari kepentingan diatas, maka Denpom V/3 melakukan pembinaan mental rohani yang  didaya gunakan untuk membentuk, memelihara dan meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai agamanya masing-masing, dan sekaligus kesadaran akan harkat dan martabat manusia dalam kerangka falsafah Pancasila umumnya.  
Metode pembinaan mental yang dilakukan di lingkungan Denpom V/3 kali ini adalah mencakup kemungkinan yang luas, yang pendekatannya perlu dipilih secara cermat yaitu melalui metode ceramah yang dilakukan oleh Dandenpom V/3 selaku komandan yang mempunyai tanggung jawab dalam pembinaan mental anggotanya dan saya selaku istri yang mempunyai kapasitas sebagai Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Anak ranting yang mempunyai tanggung jawab dalam pembinaan mental anggota persit di lingkungan Denpom V/3. Metode ceramah dalam pembinaan mental rohani dipilih dikarenakan dengan menggunakan tehnik metode ceramah yang dititik beratkan pada penyampaian informasi, keterangan, penjelasan atau uraian tentang sesuatu materi atau masalah yang disampaikan secara formal dan lisan diharapkan dapat meningkatkan mental anggota. 

Kegiatan pembinaan mental rohani di lingkungan Denpom V/3 dilaksananakan dengan mendatangkan ustadz untuk memberikan orientasi dalam agama Islam dimana hampir 90% personel Denpom V/3 berserta istri beragama Islam.  Kegiatan ini pun dihadiri oleh personel anggota dari sub-sub denpom yang tersebar di wilayah Jawa Timur. 

     
Materi pembinaan mental rohani yang dilakukan tersebut mencerminkan serangkaian kaidah dan nilai-nilai yang berintikan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME, berikut aneka implikasi dalam kehidupan sosial maupun kehidupan keprajuritan TNI khususnya di lingkungan Denpom V/3 Malang. Materi bintal rohani meliputi :
          1. Peranan agama dalam kehidupan prajurit
          2. Orientasi agama Islam
          3. Kerukunan hidup antar umat beragama.
          4. Petunjuk pembinaan rohani


Setelah bersama-sama melaksanakan pembinaan mental rohani yang disampaikan oleh Komandan maupun Ustadz, maka kegiatan bintal bagi para istri/ anggota persit Denpom V/3 dilanjutkan dengan sholat berjamaah dan dilanjutkan dengan istighosah.



Insya Allah, diharapkan dengan dilakukannya IStighosah bersama ini para istri/ anggota persit Kartika Chandra Kirana Denpom V/3 Malang dapat mendekatkan diri  kepada tuhan. Hati menjadi merasa lebih tentram, nyaman, dan damai. Beban hidup seolah-olah hilang, perasaan was-was dan khawatir juga dapat hilang. Inti dari istighosah adalah mendekatkan diri kepada tuhan. Sehingga tanggung jawab sebagai istri/ ibu kala mendampingi suami bertugas dapat dilaksanakan dengan baik. Insya Allah 

Wassalam 
Kartini Hadi Santoso

Membina Keterampilan dan Kreativitas Anggota

Senin, 18 Januari 2010

Bismillahirrahmanirrahim; 

Seperti diketahui bahwa pembinaan yang dilakukan didalam lingkungan organisasi Persit Kartika Chandra Kirana saat ini merupakan pembinaan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.  Didasarkan hal tersebut, maka selaku Ketua Anak Ranting 4 Denpom V/3 Ranting 5 Cabang III PD V/BRW tentunya berupaya untuk meningkatkan   keterampilan anggota dengan mengasah kembali keterampilan dan kreativitas anggota dengan menggunakan berbagai metode yang sesuai dengan keterampilan yang diberikan dan peralatan yang digunakan.

Pembinaan ini dilakukan pada dasarnya mempunyai tujuan yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dengan mengoptimalkan keterampilan dan kreativitasnya masing-masing, sehingga dapat menghindari kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai terlebih merugikan bagi keluarga khususnya bagi kepentingan organisasi.

Untuk itulah dengan bermodalkan keinginan dan tekad yang kuat serta dibantu dan didukung oleh Pembina, maka seluruh anggota dan pengurus Anak Ranting 4 Denpom V/3 Ranting 5 Cabang III PD V/BRW yang hingga saat ini Alhamdulillah telah cukup membantu kesejahteraan para anggota walaupun masih jauh dari yang diharapkan. Adapun kreasi dari buah keterampilan para anggota yang dibuat diantaranya :          

Pembuatan Bumbu Pecel





Pembuatan Khordeng

 
 

Walaupun masih jauh dari yang diharapkan, namun dengan adanya pembinaan melalui mengasah kembali keterampilan dan kreativitas dari tiap-tiap anggota. Karena yang paling sulit dan mungkin tantangan yang terberat adalah membina, mengembangkan dan menerapkan kecakapan dan keterampilan anggota untuk lebih berkreasi berdasarkan bakat, minat dan kegemarannya. Sehingga tidak semata-mata karena adanya keterpaksaan yang akhirnya tidak membuahkan hasil apapun.  

Dengan senantiasa terus mencoba dan selalu berusaha memberikan yang terbaik, maka segala rintangan ataupun hambatan yang seringkali dijumpai, Insya Allah perlahan dapat teratasi walaupun terkadang dapat membuat kita kecewa.   Oleh karena itu harapan saya mudah-mudahan tradisi ataupun ciri khas dari pola pembinaan yang ada saat ini mari kita coba untuk lebih memfokuskan kepada kegiatan yang sangat bermanfaat baik untuk diri kita maupun kepada para anggota kita khususnya.

Alhamdulillah;
Kartini Hadi Santoso

Menyampaikan Pesan Lewat Permainan

Minggu, 03 Januari 2010


Bismillahirrahmanirrahim; 

Dalam tahun-tahun belakangan ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran ke arah paradigma konstruktivisme. Menurut pandangan ini bahwa pengetahuan tidak begitu saja bisa ditransfer oleh seorang kepada yang lain tetapi yang lebih diharapkan adalah bahwa pembelajaran berpusat pada sejauh mana seseorang mampu menerima pesan dari orang lain. 
Bertitik tolak dari kenyataan tersebut di atas, maka proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan (isi atau materi ajar) dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan.  Penyampaian pesan ini bisa dilakukan melalui simbul-simbul komunikasi berupa simbul-simbul verbal dan non-verbal atau visual, yang selanjutya ditafsirkan oleh penerima pesan . Adakalanya proses penafsiran tersebut berhasil dan terkadang mengalami kegagalan. Kegagalan ini bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya adanya hambatan psikologis (yang menyangkut minat, sikap, kepercayaan, inteligensi, dan pengetahuan), hambatan fisik berupa kelelahan, keterbatasan daya alat indera, dan kondisi kesehatan penerima pesan. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah hambatan kultural (berupa perbedaan adat istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan dan nilai-nilai panutan), dan hambatan lingkungan yaitu hambatan yang ditimbulkan oleh situasi dan kondisi keadaan sekitar.
Untuk mengatasi kemungkinan hambatan-hambatan yang terjadi selama proses penafsiran dan agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, maka sedapat mungkin dalam penyampaian pesan (isi/materi) dibantu dengan menggunakan media pembelajaran yang salah satunya menggunakan simulasi permainan maupun yang lainnya.  Ciri atau karakteristik dari media ini adalah: melibatkan pebelajar secara aktif dalam proses belajar, peran pengajar tidak begitu kelihatan tetapi yang menonjol adalah aktivitas interaksi antar pebelajar, dapat memberikan umpan balik langsung, memungkinkan penerapan konsep-konsep atau peran-peran ke dalam situasi nyata yang ada di lingkungan, memiliki sifat luwes karena dapat dipakai untuk berbagai tujuan pembelajaran dengan mengubah alat dan persoalannya sedikit saja, mampu meningkatkan kemampuan komunikatif pebelajar, mampu mengatasi keterbatasan pebelajar yang sulit belajar dengan metode tradisional, dan dalam penyajiannya mudah dibuat serta diperbanyak.  Diharapkan dengan pemanfaatan sumber belajar berupa media pembelajaran, proses komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih efektif dan efisien. 
Menyampaikan pesan lewat permaianan adalah kegiatan yang sangat dekat dalam berkomunikasi. Kegiatan ini dapat dilakukan secara perorangan, maupun berkelompok. Jenis permainan, jumlah peserta  serta lamanya waktu yang dialokasikan untuk bermain, tergantung pada keingingan serta kesepakatan yang  dibuat oleh para peserta.  Begitu akrabnya kegiatan ini dengan keseharian  kita, sehingga kita kerap menganggapnya sebagai  kegiatan biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Namun,  benarkah demikian?
Dengan memahami arti pentingnya komunikasi saat ini, maka Persit Kartika Chandra Kirana Anak Ranting 4 Denpom V/3 Ranting 5 Cabang III PD V/BRW menyelenggarakan pelatihan komunikasi efektif dan efisien kepada anggotanya melalui penyampaian pesan lewat permainan.  Hal ini penting dilakukan guna melihat sampai sejauh mana tingkat komunikasi yang dimiliki para anggota dalam menyampaikan pesan yang didapat kepadanya.       Penyampaian pesan lewat permainan yang diselenggarakan ini tentunya mempunyai tujuan yang diantaranya :



1. Merangsang Kreativitas kepada para anggota.
Ketika anggota menyampaikan pesan lewat permainan ini, mereka kerap merasakan adanya kejenuhan ataupun rasa bosan. Pada saat seperti inilah mereka biasanya mencoba melakukan sebuah variasi permainan. Disini mereka belajar untuk mengembangkan daya kreatifitas dan imajinasinya. Ide-ide spontan yang dikemukakan oleh seorang anggota, dan jika kemudian diterima oleh anggota yang lainnya, akan menimbulkan adanya rasa penghargaan dari lingkungan serta menjadi motivasi munculnya ide-ide kreatif yang lain.
2. Mengembangkan Wawasan Diri Para Anggota. 
Melalui bermain, seorang anggota dapat mengetahui kemampuan anggota yang lainnya, kemudian membandingkannya dengan kemampuan yang ia miliki. Hal ini memungkinkan terbangunnya konsep diri yang lebih jelas dan pasti. Ia akan berusaha meningkatkan kemampuannya, jika ternyata ia jauh tertinggal dibandingkan anggota yang lainnya. Hal ini menjadi faktor pendorong yang sehat dalam pengembangan diri seorang anggota Persit Kartika Chandra Kirana yang banyak melakukan kegiatan-kegiatan sosial.
 
Harapan saya selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Anak Ranting 4 Denpom V/3 Ranting 5 Cabang III PD V/BRW dari diadakannya kegiatan ini adalah dapat menambah wawasan, keberanian, kesenangan, pengetahuan dan yang paling penting memperkuat tali silaturrahmi kepada para anggota. Dan diharapkan anggota dapat mengetahui bagaimana caranya dan menerapkan kebersamaan, berkonsentrasi penuh serta pengetesan mental.

Kartini Hadi Santoso;

Pengajian Rutin Ibu-Ibu Persit

Kamis, 31 Desember 2009

Bismillahirahmanirrahim; 

Seperti diketahui bahwa pengajian dalam bahasa Arab disebut At-ta’llimu asal kata ta’allama yata’allamu ta’liiman yang artinya belajar, pengertian dari makna pengajian atau ta’liim mempunyai nilai ibadah tersendiri, hadir dalam belajar ilmu agama bersama seorang Aalim atau orang yang berilmu merupakan bentuk ibadah yang wajib setiap muslim.
Dan didalam pengajian terdapat manfaat yang begitu besar positifnya, didalam pengajian-pengajian terdapat manfaat yang dapat diambil guna menambah dari salah satu orang yang biasa berbuat negatif dengan memanfaatkannya menjadi positif. Hal seperti ini pada masyarakat muslim pada umumnya dapat memanfatkan pengajian untuk merubah diri atau memperbaiki diri dari perbuatan yang keji dan mungkar.
Begitupun dengan diselenggarakannya pengajian yang dilakukan oleh pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Anak Ranting 4 Denpom V/3 Ranting 5 Cabang III PD V/BRW dan rutin dilakukan pada setiap hari Rabu. Tujuan diadakannya pengajian di lingkungan Denpom V/3 ini adalah untuk menambah ilmu agama, sekaligus memperat ukhuwah islamiyah diantara para anggota Persit Kartika Chandra Kirana Anak Ranting 4 Denpom V/3.
Mudah-mudahan dengan sering dilakukannya kegiatan tersebut, maka anggota Persit Kartika Chandra Kirana Anak Ranting 4 Denpom V/3 dapat mengintropeksi diri serta diharapkan didalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan senantiasa ikhlas.

Kartini Hadi Santoso;